(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Rekomendasi Mingguan Lotus Sekuritas 23 Oktober 2017

Perjuangan IHSG menggapai level psikologis barunya di 6000 sungguh penuh tantangan. Terakhir, dengan jatuhnya saham TLKM yang didera beragam isu negatif menjadi penghambat laju indeks. Selain TLKM, pengumuman kenaikan tarif cukai rokok sebesar 10% yang berlaku mulai tahun depan juga turut memberi kontribusi tertahannya indeks dengan kejatuhan saham GGRM dan HMSP.

Memasuki pekan keempat Oktober, IHSG berpeluang untuk kembali mencoba dekati level 6000 dengan dukungan bursa saham global yang masih bullish. Ekspektasi yang lebih optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik di kuartal ketiga juga menjadi modal positif untuk bursa saham. Menko Ekonomi menyatakan optimismenya ekonomi dapat tumbuh 5,4% hingga akhir tahun. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Kepala BPS yang mengatakan bakal ada kejutan positif saat rilis data GDP Indonesia 6 November mendatang.

Berikut adalah tabel saham pilihan Lotus Sekuritas untuk rekomendasi pekan ini:

(BROKER)

SETIAP MINGGU HARI SENIN AKAN DI UPDATE REKOMENDASI SAHAM MINGGUAN

PPRO

(BROKER)

Quote:Break down trend line di sertai volume yang cukup kuat

Buy On Weakness area : 218-222
Target Price 1 : 230
Target Price 2 : 240
Stop Loss : 3% - 5% (sesuai kebutuhan masing - masing)


WIKA


(BROKER)

Quote:Break down trend line. weekly and monthly chart good dan akan membentuk smile pattern.

Buy area : 2010 - 2000
Target Price 1 : 2100
Target Price 2 : 2200
Stop Loss : 3% - 5% (sesuai kebutuhan masing - masing)

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Daily Review

(BROKER)

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

BBTN

(BROKER)

Quote:Menunggu menyentuh strong support. volume sudah besar, RSI juga sudah rendah

Buy on Weakness : 2700 - 2650
Target Price 1 : 3000
Target Price 2 : 3200
Stop Loss : 3% - 5% (sesuai kebutuhan masing - masing)

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

LOTS Trading Club (LTC) adalah komunitas investor pengguna LOTS online trading yang tergabung dalam media mailing list (atau media elektronik lainnya). Member LTC akan memperoleh banyak manfaat seperti:

Memperoleh daily newsletter berupa Investor Reference dan Global Market Statistics secara permanen setiap pagi.

Mendapatkan bimbingan investasi saham, informasi bursa yang up-to-date, sharing pengalaman dengan pakar saham dan member lainnya, konsultasi portofolio atau bertanya tentang segala hal mengenai investasi saham sepanjang jam perdagangan bursa melalui chat atau sepanjang hari (24x7) melalui mailing list.

Memperoleh alert atas saham tertentu berupa rekomendasi Buy atau Sell yang disertai oleh penjelasan fundamental/ teknikal/ corporate event pada saat jam perdagangan bursa berlangsung. Alert atau peringatan juga diberikan jika terjadi perubahan mendadak pada sentimen pasar yang biasanya dipicu oleh adanya perubahan sentimen bursa saham kawasan.

Tagline LTC adalah: Ask your questions. Contribute trading ideas. And the best thing are share your trades and performance so we can all benefit from each other. Be the part of LOTS Trading Club community, The Power of Collective Experience, Mind and Intelligence.

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Rekomendasi Mingguan Lotus Sekuritas 6 November 2017

05 Nov 2017

Perhatian pelaku pasar awal pekan ini akan tertuju pada pengumuman data pertumbuhan ekonomi kuartal III. Pengumuman kali ini memiliki arti penting karena akan menjadi titik balik perbaikan ekonomi yang signifikan. Konsensus ekonom memprediksi ekonomi Q3 akan tumbuh 5,14% namun pemerintah lebih optimistis ekonomi akan tumbuh setidaknya 5,17%.

Kemudian pada kuartal terakhir tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih tinggi lagi dimana pemerintah menargetkan pertumbuhan hingga 5,4%. Pertumbuhan yang lebih tinggi ditopang oleh perbaikan kinerja ekspor yang terus meningkat seiring dengan membaiknya harga komoditas andalan seperti batubara, minyak dan gas bumi serta mineral lainnya.

Berikut adalah tabel saham pilihan Lotus Sekuritas untuk rekomendasi pekan ini:

(BROKER)

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Ekonomi Q3 2017 Tumbuh 5,06% YoY
Tuesday , 07 Nov 2017

BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 sebesar 5,06% (yoy), atau lebih rendah dibanding perkiraan ekonom maupun pemerintah sebelumnya dikisaran 5,13% hingga 5,17%. Namun GDP tersebut masih lebih baik dibandingkan data kuartal sebelumnya yang sebesar 5,01% atau dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang juga sebesar 5,01% (yoy).

Membaiknya pertumbuhan ekonomi Q3 2017 didorong oleh meningkatnya kinerja ekspor dan investasi, serta konsumsi yang relatif terjaga. Perbaikan kinerja ekspor terutama dipengaruhi oleh membaiknya harga komoditas seperti CPO dan batubara, serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Investasi tumbuh mencapai level tertinggi sejak Q1 2013 didukung oleh investasi bangunan dan nonbangunan. Investasi bangunan tumbuh tinggi sejalan dengan terus berlanjutnya pembangunan infrastruktur pemerintah disertai peran sektor swasta, sementara investasi nonbangunan juga tumbuh tinggi didorong oleh pembelian mesin dan perlengkapan.

Di sisi lain, kinerja konsumsi pemerintah membaik sejalan dengan meningkatnya pengeluaran pemerintah, sementara konsumsi rumah tangga tetap terjaga meskipun tumbuh sedikit lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya.

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi terus membaik. Dukungan harga komoditas yang masih tinggi dan perbaikan perekonomian dunia yang terus berlanjut akan berdampak positif bagi kinerja ekspor Indonesia. Sejalan dengan peningkatan ekspor, investasi juga diperkirakan terus meningkat didukung percepatan reformasi struktural untuk penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif.

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Bursa Hari Ini
Wednesday, 08 Nov 2017 09:22

Market Movement

IHSG kembali konsisten menguat kembali pada level 6.060,5 naik 0,2% ditengah aksi net foreign buy sebanyak Rp 457,4 miliar serta perdagangan dalam negeri yang cukup terpantau ramai. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat berada di posisi Rp 13.515 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.524. Penguatan IHSG ditopang kenaikan 6 sektor saham yang mengalami penguatan. Saham sektor aneka industri memimpin penguatan dengan kenaikan 1,33%. Sebanyak 161 saham menguat, 171 saham melemah dan 125 saham stagnan.Kami memperkirakan jalannya bursa akan sedikit stagnan ditengah minimnya katalis positif dipasar serta kondisi global yang sedikit akan mengarah akan terjadinya koreksi sebelum akhir tahun ini.

Global Update

Indeks ASakhirnya mulai tampak akan bearish setelah cukup lama meningkat tajam. Dow Jones, S&P ditutup masing-masing stagnan serta Nasdaq ke level 6.767,8turun akibat dari kembali tingginya tensi Nuklir Korut dengan Jepang yang ikut menyeret AS kedalam konflik tersebut. Indeks Euro Stoxx dan FTSE 100 pada perdagangan tadi malam ditutupkompak melemah cukup tajam sebesar -0,6% dan -0,7% dikarenakan tingginya tensi politik Spanyol menjelang kemerdekaan Catalonia.

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Rekomendasi Mingguan Lotus Sekuritas 13 November 2017
12 Nov 2017

Pasca pengumuman figur pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih rendah dari perkiraan, IHSG cenderung melemah sepanjang pekan lalu. Namun demikian pelemahan indeks masih tertahan oleh rally indeks bursa saham global, stabilnya nilai tukar rupiah dan penguatan harga minyak mentah. Saham-saham energi dan tambang batubara menjadi buruan investor dan berhasil menjadi kontributor positif bagi indeks.

Berikut adalah tabel saham pilihan Lotus Sekuritas untuk rekomendasi pekan ini:

(BROKER)

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Weekly Strategy
Monday , 20 Nov 2017 09:15

Konsolidasi 5,972.31 - 6,060.45 dengan Target 6,115

Beberapa berita ekonomi di pekan kemarin diantaranya: 1) Pemerintah mengklaim defisit anggaran hingga akhir Oktober sekitar 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah akan menjaga deficit anggaran hingga akhir tahun di level 2.67% dari PDB. Defisit tersebut dari realisasi pendapatan negara sebesar Rp.1,099.4 triliun atau 63.3% dari target APBN-P 2017 dan realisasi belanja Negara sebesar Rp.1,375 triliun atau 64.5% dari target. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan Oktober 2017 surplus sebesar US$ 895 juta, lebih rendah dibandingkan surplus pada bulan sebelumnya yang mencapai US$ 1.76 miliar. Menurunnya surplus neraca perdagangan Oktober 2017 karena kenaikan import yang cukup tinggi walaupun kinerja ekspor masih meningkat. Nilai import Oktober 2017 meningkat 23.33% yoy, atau naik 11.04% mencapai US$ 14.19 miliar dibanding impor September 2017. Sedangkan nilai ekspor Oktober 2017 hanya meningkat 18.39% yoy, atau naik 3.62% mencapai US$ 15.09 miliar dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ekspor didorong oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas. Secara bulanan, harga komoditas yang naik diantaranya: batubara, minyak kernel, dan tembaga.

Sedangkan beberapa harga komoditas yang turun, diantaranya: karet, emas, perak, dan kopra. 2) Sepanjang Januari hingga Oktober 2017, tercatatkan penerimaan pajak sebesar Rp.855.05 triliun atau baru sebesar 66.8% dari target APBN-P 2017 yang sebesar Rp.1,283.57 triliun. Sebagai salah satu langkah mencapai target penerimaan pajak, pemerintah tengah melakukan dinamisasi penerimaan yang termasuk dalam salah satu rangkaian dari langkah extra effort, yaitu pengawasan. 3) Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) belum dapat menyerap tenaga kerja secara optimal. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan Agustus 2017 tercatatkan pengangguran di Indonesia bertambah 10 ribu orang, atau menjadi 7.04 juta orang. Seharusnya realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di fokuskan pada sektor padat karya agar tenaga kerja dapat terserap lebih banyak. 4) Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate di level 4.25%.

Keputusan tersebut disamping karena menyusulnya rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS The Fed di akhir tahun 2017, juga konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan serta untuk mendorong laju perekonomian dengan tetap mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan domestik. Seiring dengan tertahannya BI 7-day reverse repo rate, deposit facility dan lending facility juga ikut tertahan masing masing di level 3.5% dan 5%. Menurut BI, tingkat bunga saat ini cukup untuk menjaga inflasi sesuai sasaran dan deficit transaksi berjalan di level yang sehat. Ekonomi domestik juga diperkirakan akan tetap tumbuh dengan struktur yang berimbang. Adapun beberapa risiko yang perlu diwaspadai menurut BI adalah: dari eksternal seperti perkembangan ekonomi global terkait pengetatan kebijakan moneter negara-negara maju yang berdampak pada semakin sempitnya pelonggaran kebijakan moneter BI. Sedangkan dari domestik seperti konsumsi rumah tangga dan intermediasi perbankan yang belum kuat. Sentimen tersebut sempat membuat IHSG melemah di pekan kemarin, namun keseluruhan berhasil menguat sebesar 0.50% atau 29.90 point, ditutup di level 6,051.73. Akumulasi minat jual asing juga tercatatkan masih terus mewarnai pergerakan indeks dalam sepekan terakhir sebesar Rp.3.76 triliun diantaranya pada saham KPIG, LPCK, BBCA, BBRI, UNVR, BHIT, BMRI, TLKM, ARII, dan INDF. Dan dalam dua pekan sampai dengan empat pekan terakhir juga masih terus tercatatkan akumulasi minat jual asing masing masing sebesar Rp.5.67 triliun, Rp.10.42 triliun, dan Rp.10.46 triliun.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam sepekan terakhir relatif flat dari Rp.13,514 menjadi Rp.13,517. Menguatnya IHSG dalam dua hari perdagangan terakhir di pekan kemarin membentuk pola jangka pendek baru dan berkonsolidasi dalam rentang 5,972.31 – 6,060.45. Target sementara dikisaran level 6,115 – 6,203 bila IHSG berhasil menguat dan bertahan di atas level 6,060.45. Dan dalam sepekan kedepan pergerakan IHSG diperkirakan masih akan berfluktuatif dikisaran 5,953.10 – 6,082.78. Beberapa saham yang saat ini underprice dan mendekati PE ratio terendah diantaranya AALI, ADRO, BSDE, DILD, INDF, KIJA, LPKR, LPPF, LSIP, MNCN, PTBA, PTPP, SCMA, SRIL, TINS, WIKA, dan WSKT. Berita ekonomi global di pekan ini diantaranya Existing Home Sales, Durable Goods Orders, Jobless Claims, Consumer Sentiment, EIA Petroleum Status Report, FOMC Minutes, dan PMI Composite Flash.

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Tender Offer Emiten Tambang BUMN?
Sunday , 19 Nov 2017

Realisasi pembentukan holding BUMN tambang semakin dekat. Tiga emiten tambang BUMN pun bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan formalitas atas rencana tersebut kepada pemegang saham publik. BUMN tersebut di antaranya PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen mengatakan, Inalum selaku pemegang saham pengendali yang baru tak perlu lagi melakukan penawaran pembelian kembali kepada pemegang saham lainnya (tender offer). Dia bilang, ketentuan tender offer wajib dilakukan jika ada peralihan saham dalam jumlah besar yang membuat perubahan pemegang saham pengendali. Jika ada peralihan saham namun pengendalinya tetap sama maka tender offer tak perlu dilakukan.

Kalau ada perubahan pengendalian harus tender offer. Tapi kalau enggak ada perubahan pengendalian enggak perlu tender offer. Kecuali ada perubahan bisnis usaha dan pengendali, katanya saat ditemui di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (17/11/2017). Menurut Hoesen, pembentukan holding BUMN tambang tak membuat adanya perubahan pemegang saham pengendali di tiga perusahaan tambang itu. Makanya pemerintah masih memegang penuh saham di Inalum.

Sumber: detikFinance

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Weekly Strategy
Monday , 20 Nov 2017 09:15

Konsolidasi 5,972.31 - 6,060.45 dengan Target 6,115

Beberapa berita ekonomi di pekan kemarin diantaranya: 1) Pemerintah mengklaim defisit anggaran hingga akhir Oktober sekitar 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah akan menjaga deficit anggaran hingga akhir tahun di level 2.67% dari PDB. Defisit tersebut dari realisasi pendapatan negara sebesar Rp.1,099.4 triliun atau 63.3% dari target APBN-P 2017 dan realisasi belanja Negara sebesar Rp.1,375 triliun atau 64.5% dari target. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan Oktober 2017 surplus sebesar US$ 895 juta, lebih rendah dibandingkan surplus pada bulan sebelumnya yang mencapai US$ 1.76 miliar. Menurunnya surplus neraca perdagangan Oktober 2017 karena kenaikan import yang cukup tinggi walaupun kinerja ekspor masih meningkat. Nilai import Oktober 2017 meningkat 23.33% yoy, atau naik 11.04% mencapai US$ 14.19 miliar dibanding impor September 2017. Sedangkan nilai ekspor Oktober 2017 hanya meningkat 18.39% yoy, atau naik 3.62% mencapai US$ 15.09 miliar dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ekspor didorong oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas. Secara bulanan, harga komoditas yang naik diantaranya: batubara, minyak kernel, dan tembaga.

Sedangkan beberapa harga komoditas yang turun, diantaranya: karet, emas, perak, dan kopra. 2) Sepanjang Januari hingga Oktober 2017, tercatatkan penerimaan pajak sebesar Rp.855.05 triliun atau baru sebesar 66.8% dari target APBN-P 2017 yang sebesar Rp.1,283.57 triliun. Sebagai salah satu langkah mencapai target penerimaan pajak, pemerintah tengah melakukan dinamisasi penerimaan yang termasuk dalam salah satu rangkaian dari langkah extra effort, yaitu pengawasan. 3) Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) belum dapat menyerap tenaga kerja secara optimal. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan Agustus 2017 tercatatkan pengangguran di Indonesia bertambah 10 ribu orang, atau menjadi 7.04 juta orang. Seharusnya realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di fokuskan pada sektor padat karya agar tenaga kerja dapat terserap lebih banyak. 4) Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate di level 4.25%.

Keputusan tersebut disamping karena menyusulnya rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS The Fed di akhir tahun 2017, juga konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan serta untuk mendorong laju perekonomian dengan tetap mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan domestik. Seiring dengan tertahannya BI 7-day reverse repo rate, deposit facility dan lending facility juga ikut tertahan masing masing di level 3.5% dan 5%. Menurut BI, tingkat bunga saat ini cukup untuk menjaga inflasi sesuai sasaran dan deficit transaksi berjalan di level yang sehat. Ekonomi domestik juga diperkirakan akan tetap tumbuh dengan struktur yang berimbang. Adapun beberapa risiko yang perlu diwaspadai menurut BI adalah: dari eksternal seperti perkembangan ekonomi global terkait pengetatan kebijakan moneter negara-negara maju yang berdampak pada semakin sempitnya pelonggaran kebijakan moneter BI. Sedangkan dari domestik seperti konsumsi rumah tangga dan intermediasi perbankan yang belum kuat. Sentimen tersebut sempat membuat IHSG melemah di pekan kemarin, namun keseluruhan berhasil menguat sebesar 0.50% atau 29.90 point, ditutup di level 6,051.73.

Akumulasi minat jual asing juga tercatatkan masih terus mewarnai pergerakan indeks dalam sepekan terakhir sebesar Rp.3.76 triliun diantaranya pada saham KPIG, LPCK, BBCA, BBRI, UNVR, BHIT, BMRI, TLKM, ARII, dan INDF. Dan dalam dua pekan sampai dengan empat pekan terakhir juga masih terus tercatatkan akumulasi minat jual asing masing masing sebesar Rp.5.67 triliun, Rp.10.42 triliun, dan Rp.10.46 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam sepekan terakhir relatif flat dari Rp.13,514 menjadi Rp.13,517. Menguatnya IHSG dalam dua hari perdagangan terakhir di pekan kemarin membentuk pola jangka pendek baru dan berkonsolidasi dalam rentang 5,972.31 – 6,060.45. Target sementara dikisaran level 6,115 – 6,203 bila IHSG berhasil menguat dan bertahan di atas level 6,060.45. Dan dalam sepekan kedepan pergerakan IHSG diperkirakan masih akan berfluktuatif dikisaran 5,953.10 – 6,082.78. Beberapa saham yang saat ini underprice dan mendekati PE ratio terendah diantaranya AALI, ADRO, BSDE, DILD, INDF, KIJA, LPKR, LPPF, LSIP, MNCN, PTBA, PTPP, SCMA, SRIL, TINS, WIKA, dan WSKT. Berita ekonomi global di pekan ini diantaranya Existing Home Sales, Durable Goods Orders, Jobless Claims, Consumer Sentiment, EIA Petroleum Status Report, FOMC Minutes, dan PMI Composite Flash.

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Weekly Strategy
Monday , 04 Dec 2017 09:25

Target Koreksi 5,912

Beberapa berita ekonomi di pekan kemarin diantaranya:

1) Berdasarkan hasil survei harga mingguan hingga pekan ketiga bulan November 2017, Bank Indonesia (BI) memperkirakan indeks harga konsumen (IHK) bulan November 2017 akan sebesar 0.23%, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang sebesar 0.18% berdasarkan survei hingga pekan kedua November 2017. Peningkatan inflasi tersebut disebabkan oleh kenaikan kenaikan sejumlah komoditas pangan yang bergejolak (volatile food) seperti bawang dan cabai. Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan November 2017 diperkirakan sebesar 3.56% yoy.

2) Masih adanya beberapa dampak dari pemulihan ekonomi di tahun 2017 membuat lembaga pemeringkat international, Moody’s Investor Service memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 hanya kan bertumbuh moderat dengan skenario pesimistis dikisaran 4.5% (skenario optimistis sekitar 5.5%).

Asumsi skenario pesimistis dengan pertumbuhan 4.5%, bila pemerintah tak mampu melakukan tahap konstruksi pada proyek infrastruktur dalam skala besar dan harga komoditas kembali melemah yang akan menekan pendapatan perusahaan.

Sedangkan skenario optimistis dengan pertumbuhan 5.5% dapat terjadi bila:

i) Pemerintah kembali melanjutkan investasi di sektor infrastruktur.
ii) Masih terjadi penguatan pada harga komoditas.
iii) Korporasi dapat bertumbuh sekitar 4% - 8%, sehingga dapat meningkatkan pembiayaan investasi.
iv) Terjadi peningkatan optimisme konsumen yang didukung oleh inflasi dikisaran 4% sehingga mendorong belanja konsumen.

3) Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyatakan beberapa rintangan eksternal yang berpotensi menahan laju ekonomi Indonesia, diantaranya:
i) Berlanjutnya pengetatan moneter yang bisa mempengaruhi arah pergerakan likuiditas.
ii) Terjadinya geopolitik di semenanjung Korea yang dapat mengubah arus modal di negara-negara berkembang dan konflik Arab Saudi dengan Iran yang dapat mempengaruhi harga komoditas seperti minyak.
iii) Proteksionisme perdagangan oleh negara tertentu.
iv) Akumulasi kerentanan system keuangan global yang terindikasi dari price earning ratio (PER) yang sudah terlalu tinggi.
v) Meningkatnya debt to equity ratio di beberapa negara.
vi) Pemulihan ekonomi global yang hanya sementara karena tidak didukung oleh produktivitas ekonomi dunia yang cukup tinggi.
vii) Potensi perubahan iklim jangka panjang (climate change) dimana Indonesia merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung merapi (ring of fire).

4) Untuk membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4%, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat memacu kredit perbankan tumbuh 10% - 12% yoy (naik dari tahun 2017, sekitar 8% yoy), diantaranya:
a) Memperluas pelonggaran Giro Wajib Minimum Averaging (GWMA) untuk perbankan syariah, memperluas cakupan mata uang ke valuta asing, serta menyesuaikan rasio dan memperpanjang masa pemenuhan GWM rata-rata.
b) Merubah kebijakan rasio kredit terhadap agunan (Loan to Value) menjadi per segmen (jenis properti).
c) Menyiapkan aturan terkait rasio intermediasi makro prudensial (Financing to Finance Ratio) di awal tahun 2018.

Sentimen tersebut membuat IHSG melemah dalam sepekan terakhir sebesar 1.90% atau 115 point, ditutup di level 5,952.14. Akumulasi minat jual asing tercatatkan kembali mewarnai pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir sebesar Rp.8.44 triliun diantaranya pada saham PSAB, BBCA, UNVE, SMRA, BBRI, TLKM, ASII, LPKR, BMRI, dan UNTR. Namun dalam dua pekan sampai dengan empat pecan terakhir masih terccatatkan akumulasi minat jual asing masing masing sebesar Rp.6.26 triliun, Rp.10.02 triliun, dan Rp.11.93 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam sepekan terakhir relatif flat dari Rp.13,506 menjadi Rp.13,514.

Terkoreksinya IHSG dalam sepekan terakhir telah merubah kembali pola jangka pendek. Target koreksi terdekat sementara dikisaran level 5,912 selama masih bertahan di bawah level 5,972.31. Dan dalam sepekan kedepan pergerakan IHSG diperkirakan masih akan berfluktuatif dikisaran 5,852.22 – 6,054.59. Beberapa saham yang saat ini underprice dan mendekati PE ratio terendah diantaranya AALI, ADHI, ADRO, AKRA, BSDE, DILD, INDF, KIJA, LPKR, LPPF, LSIP, MNCN, PGAS, PTBA, PTPP, SCMA, SRIL, TINS, WIKA, dan WSKT. Berita ekonomi domestik di pekan ini adalah inflasi November 2017. Sedangkan berita ekonomi global di pekan ini diantaranya Factory Orders, International Trade, ISM Non-Mfg Index, ADP Employment Report, Productivity and Costs, EIA Petroleum Status Report, Jobless Claims, Employment Situation, dan Consumer Sentiment.

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Bursa Hari Ini
Monday , 11 Dec 2017 09:41

Market Movement

IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup menguat terbatas 0,4% di level 6.031,0. Investor asing tercatat melakukan aksi selektive buy dengan hanya mencatatkan transaksi net sell senilai Rp 59 miliar. Para pelaku pasar saat ini tengah menunggu kelanjutan pembahasan RUU Reformasi Pajak AS dan rencana anggaran belanja infrastruktur AS. Disisi lain, pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel menuai banyak kecaman dan berpotensi menimbulkan ketidakpastian global membuat penguatan IHSG bersifat terbatas. Untuk IHSG pada awal pekan ini kami perkirakan bergerak dalam kisaran sempit antara 6.000 – 6.070 dengan saham pilihan DMAS dan DOID.

Global Update

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan akhir pekan ditutup kompak menguat ditengah optimisme akan disetujuinya RUU reformasi pajak AS dari 35% menjadi 20% sehingga memberikan efek positif bagi pertumnbuhan ekonomi AS kedepannya. Investor juga menantikan rencana anggaran belanja infrastruktur AS guna menggenjot laju perekonomian AS. Harga minyak dunia ditutup menguat 1,2% di level US$ 57,4 per barel setlah mengalami selloff pada pekan lalu. Indeks Dow Jones dan Nasdaq ditutup naik sebesar 0,5% dan 0,4% masing-masing di level 24.329,2 dan 6.840,1.

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Quote:(BROKER)

Quote:DOID

Buy Range = 685 - 710
Target Price 1 = 800
Target Price 2 = 960

Disclaimer ON

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Rekomendasi Mingguan Lotus Sekuritas 18 Desember 2017
16 Dec 2017

Keputusan bank sentral Amerika untuk menaikkan kembali suku bunga acuannya seperti memberi kepastian kepada pelaku pasar. Investor merespon positif keputusan tersebut karena menganggap perekonomian Amerika mulai solid dan kebijakan The Fed pun dapat diprediksi. Namun demikian The Fed tidak mengubah pandangan mereka untuk menjadi lebih agresif atau lebih konservatif sehingga pasar merasa nyaman dengan kondisi ini.

Pekan lalu INDY keluar dari Tabel Portfolio karena telah mencapai target jualnya di Rp3.000 dengan profit sebesar 54,64%. Ini adalah profit taking kami yang kedua tahun ini atas saham INDY. Profit taking sebelumnya pada 11 September 2017 dengan keuntungan sebesar 53,85%. Imbal hasil tahunan rekomendasi kami untuk saham portfolio pun meningkat menjadi 84,65%.

Berikut adalah tabel saham pilihan Lotus Sekuritas untuk rekomendasi pekan ini:

(BROKER)

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

HSG melemah kembali di perdagangan kemarin sebesar 1.38% atau 87.76 poin di level 6,251.48. Namun minat beli asing tercatatkan masih mewarnai pergerakan IHSG di perdagangan kemarin sebesar Rp.72.96 miliar. Dan dari sekitar 490 saham yang kemarin aktif di perdagangkan sekitar 145 saham menguat, 234 saham terkoreksi, dan 111 saham tidak mengalami perubahan. Dan secara keseluruhan diperkirakan pergerakan IHSG di perdagangan hari ini masih akan berfluktuatif dikisaran :

Support : 6,200.13

Resistance : 6,297.37

(BROKER)

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

IHSG akhirnya melemah di akhir pekan perdagangan kemarin sebesar 0.25% atau 16.27 poin di level 6,370.07. Namun minat beli asing tercatatkan masih mewarnai pergerakan IHSG di perdagangan kemarin sebesar Rp.316.13 miliar. Dan dari sekitar 503 saham yang kemarin aktif di perdagangkan sekitar 160 saham menguat, 206 saham terkoreksi, dan 137 saham tidak mengalami perubahan. Dan secara keseluruhan pergerakan IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan masih akan berfluktuatif dikisaran :

Support : 6,356.80

Resistance : 6,410.70

(BROKER)

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

ANTM Menuju Rp1.000?
Tuesday , 23 Jan 2018

Harga saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperkirakan mampu menembus Rp1.000 seiring dengan penguatan harga komoditas logam mulia dan nickel. Harga logam mulia tahun ini diprediksi berada dikisaran US$1.343 per troy ounce sedangkan harga nickel diprediksi mencapai US$11.500 per ton. Membaiknya harga komoditas tersebut akan memperbaiki kinerja ANTM yang tahun lalu masih mencatat kerugian.

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Bond Yield, The Fed dan Koreksi IHSG
Wednesday, 31 Jan 2018

Yield obligasi pemerintah Amerika durasi 10 tahun yang menjadi benchmark pasar naik kelevel tertingginya sejak April 2014 di 2,7%. Hal ini dipicu oleh potensi naiknya suku bunga The Fed menjadi 1,75% pada FOMC meeting 30-31 Januari 2018. Investor khawatir naiknya yield akan menekan profit korporasi sehingga koreksi tajam sulit dihindari, IHSG pun mengikuti koreksi Dow.

Naiknya yield obligasi pemerintah Amerika, jika berkelanjutan, dapat memicu arus keluar dana asing dari pasar surat utang Indonesia. Ini karena investor menganggap spread antara yield obligasi pemerintah Amerika dengan yield obligasi pemerintah Indonesia semakin sempit. Apalagi obligasi pemerintah Amerika masih dianggap sebagai aset paling aman.

Jika akhirnya investor asing benar-benar keluar dana asing dari pasar surat utang Indonesia, koreksi yang terjadi di bursa saham berpotensi berlanjut.

(BROKER) Lotus Andalan Sekuritas (YJ) || Mudah, Fleksibel, Terpercaya

Lagi, Cadangan Devisa Cetak Rekor
Thursday , 08 Feb 2018

Cadangan devisa Indonesia per Januari 2018 kembali mencetak rekor tertinggi baru menjadi US$131,98 miliar atau naik US$1,78 miliar dari bulan sebelumnya US$130,20 miliar. Penerimaan devisa terutama berasal dari pinjaman luar negeri pemerintah, hasil lelang SBBI valas dan hasil ekspor minyak dan gas. Namun peningkatan ini dinilai rawan penyusutan karena tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi.

Write us

Find us at the office

Zawodniak- Bushar street no. 43, 41415 Nouakchott, Mauritania

Give us a ring

Janeicia Dischner
+77 583 658 542
Mon - Fri, 10:00-15:00

Tell us about you